Sabtu, 13 Juni 2015

Jangan sia-siakan Kesempatan.....


Jangan Sia-Siakan Ketika Sebuah Kesempatan Datang Dari Allah, 

Wahai saudara/saudari, terkadang ketika kita menjalani kehidupan, tiba-tiba Allah S.W.T menjatuhkan sebuah kesempatan untuk berbuat kebaikan di hadapan kalian. Kalian tidak memintanya, kalian tidak bekerja untuk mendapatkannya, dan undangan ini tiba-tiba ada begitu saja di depan mata kalian. Kalian punya pilihan untuk menerimanya atau menolaknya. Jika kalian tidak menerimanya, kesempatan ini mungkin tidak akan hadir lagi kepada kalian. Jadi pilihannya ada di tangan kalian, yaitu menerimanya atau menolaknya. 

Ketenangan itulah CINTA....

"Mereka yang memiliki keteguhan hati tidak akan mudah putus asa, tindakannya selalu tenang, tanpa buru-buru ataupun bimbang karena mereka sadar bahwa sukses adalah masalah waktu saja...

Perjalananan hidup itu selalu ada cobaan, karena itu jalanilah hidup dengan keteguhan hati dan kesabaran... Pandanglah hidup didunia ini dari sudut yang cerah, maka kehidupan akan benar-benar cerah..

Ibnu Qoyyim rahimahullah berkata;
"Andaikan kamu tahu bagaimana Allah mengatur urusan hidupmu, pasti hatimu akan meleleh karena cinta kepada-Nya."

Minggu, 07 Juni 2015

Kejahatan itu Tidak Ada....

RENUNGAN PAGI:

Profesor: "Jika Allah menciptakan segalanya, berarti Allah juga menciptakan kejahatan"
(Semua terdiam, kesulitan menjawab hipotesis profesor itu).

Tiba², suara seorang mahasiswa memecah kesunyian.

Mahasiswa: "Prof, saya ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?"

Profesor: "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja, dingin itu ada"

Mahasiswa: "Prof, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yg kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas. Suhu -460 derajat Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel menjadi diam, tidak bisa bereaksi pd suhu tsb. Kita menciptakan kata 'dingin' untuk mengungkapkan ketiadaan panas. Selanjutnya, apakah gelap itu ada?"

Manfaat ber Wudhu....

Dapat dari Hasil copas tetangga , bab : "WUDHU"

Bersyukurlah bagi yang sering berwudhu dengan benar, selain untuk membersihkan diri sebelum melakukan ritual sholat, ternyata Allah SWT membebaskan kita dari sakit kanker....
Lho koq bisa...!!?

Sabtu 14 Maret 2015 kemarin, ada Pelatihan mengenai "Pendeteksian Kanker melalui mata (sclera dan iris) dibimbing langsung oleh ahli sclera, iris dan pupil mata, satu2nya di indonesia Bapak Arman Sibuea .

Siapkan Jawaban Kita....

Imam di sebuah masjid dalam pengajian berkata:
"Mungkin kau tak tahu di mana rizqimu. Tapi rizqimu tahu di mana engkau berada. Dari langit, laut, gunung dan lembah, Rabb memerintahkannya menujumu.

Allah berjanji menjamin rizqimu. Maka melalaikan ketaatan padaNya demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminNya adalah kekeliruan berganda.

Tugas kita bukan mengkhawatirkan rizqi atau bermuluk cita memiliki, melainkan menyiapkan jawaban "Dari Mana" & "Untuk Apa" atas tiap karunia.

Betapa banyak orang yang bercita2 menggenggam dunia, dia lupa bahwa hakikat rizqi bukanlah yang tertulis dalam angka, tapi apa yang dinikmatinya.

Jumat, 22 Mei 2015

DAHSYATnya sebuah SENYUMAN...

🍒 KISAH SEBUAH SENYUM 😍

Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana .
Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya.
Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi.

Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.
Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling."

Kisah tentang TAWADHU....

dapat dari milis, syang kalau tidak dibagi.....

Ada dua sahabat yang terpisah cukup lama; Ahmad dan Zaenal. Ahmad ini pintar sekali. Cerdas. Tapi dikisahkan kurang beruntung secara ekonomi. Sedangkan Zaenal adalah sahabat yang biasa-biasa saja. Namun keadaan orang tuanya mendukung karir dan masa depan Zaenal.

 Setelah terpisah cukup lama, keduanya bertemu. Bertemu di tempat yang istimewa; di koridor wudhu, koridor toilet sebuah masjid di luar kota.

 Adalah Zaenal, sudah menjelma menjadi seorang manager kelas menengah. Necis. Perlente. Tapi tetap menjaga kesalehannya.

Pintu Surga di Rumahmu....

ADA PINTU SYURGA DI RUMAHMU?

Seorang sahabat Nabi yg mulia Iyas bin Mu'awiyah menangis sejadi2nya ketika salah satu dari anggota keluarganya meninggal,maka seseorang bertanya :
"Mengapa Anda menangis sedemikian rupa"?,
Maka dijawab :
"Tidaklah aku menangis karena kematian, karena yg hidup pasti akan mati, akan tetapi yg membuatku menangis karena dahulu aku memiliki dua pintu ke syurga, maka tertutuplah satu pintu pd hari ini dan tdk akan di buka sampai hari kiamat, aku memohon pd Allah agar aku bisa menjaga pintu yg ke dua". Ternyata yg meninggal adalah Ibu yg dicintainya.

Kamis, 14 Mei 2015

Amal HANGUS karena STATUS??........haduhh.....

Pasti Sering melihat status seperti ini...

- Alhamdulillah, dah muroja'ah satu juz...
- Alhamdulillah solat duha ini sangat nikmat..
- Alhamdulillah meruqyah kesurupan masal di sekolah X sukses...
Pernahkah anda menulis status seperti itu?

# Jangan terlalu vulgar mengekspos kegiatan pribadi di status, apalagi yg begitu sensitif :

Sabtu, 09 Mei 2015

Berbuat BAIK terus itu CAPEK....

Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yang sedang baca koran… 

“Oh Ayah, ayah” kata sang anak…
“Ada apa?” tanya sang ayah…..
“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. 

Sangat capek… aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capek, sangat capek … aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! … aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…

aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman-teman ku, sedang teman-temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…
aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…