Tampilkan postingan dengan label Khalifah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khalifah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Agustus 2014

KISAH UMAR DENGAN RAKYAT JELATA


Sumber : kisah teladan Rasulullah dan sahabat community


Umar adalah sosok pemimpin teladan yang sangat mengerti kepentingan rakyatnya. Padahal ia sendiri hidup dalam kondisi sangat sederhana.
Pada suatu malam, sudah menjadi kebiasaan bahwa Khalifah Umar bin Khattab sering berkeliling mengunjungi, menginvestigasi kondisi rakyatnya dari dekat.

Nah, pada suatu malam itu, ia menjumpai sebuah gubuk kecil yang dari dalam terdengar suara tangis anak-anak. Ia pun mendekat dan mencoba untuk memperhatikan dengan seksama keadaan gubuk itu.

Dialog Umar bin Khattab dengan seorang Ibu.
Ternyata dalam gubuk itu terlihat seorang ibu yang sedang memasak, dan dikelilingi oleh anak-anaknya yang masih kecil.



Selasa, 15 Januari 2013

Kisah Seorang Janda Tua


SEORANG JANDA TUA
Seorang janda tua tinggal di pinggir kota Madinah. Nenek tersebut buta dan sangat miskin. Harta yang ia miliki

hanya seekor domba, sebuah baskom dan sehelai tikar yang lusuh termakan usia.


Sedikit orang yang tahu keadaan janda tersebut, salah satunya Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. kondisi wanita tersebut membuatnya iba. Oleh karenanya, tiap malam, Umar mengunjungi wanita tersebut guna membawakan makanan dan membereskan rumah.

Suatu kali, saat berkunjung, rumah sudah dalam kondisi bersih dan rapi. Ternyata ada orang lain yang menyelesaikan tugas-tugasnya. Esok harinya, Umar kembali datang dan menemukan bahwa ia kembali terlambat. Seseorang telah datang lebih awal guna mengurus nenek tersebut. Umar pun heran dan bertanya dalam hati, siapakah yang telah membantu dan mengurus nenek tua tersebut.

Besok harinya, umar datang lebih awal. Ia tidak langsung masuk rumah tapi bersembunyi agak jauh sambil mengamati orang yang datang. Tak lama kemudian, seorang pria muncul dan mengetuk pintu. Tahukah anda siapa dia? Pria itu adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu’anhu.

Seperti itulah sikap para shahabat, saling berlomba dalam menolong orang yang membutuhkan.
Semoga sikap mereka dapat kita jadikan contoh dan teladan

Rabu, 19 Desember 2012

Kisah sepotong roti dalam hidangan khalifah

Suatu hari, Khalifah Umar bin Abdul Aziz mendapat hidangan makan yang berbeda dari biasanya. Di meja makan, terdapat sepotong roti yang masih hangat harum, dan membangkitkan nafsu makan.  "dari mana roti ini?" tanya khalifah kepada istrinya." buatan saya sendiri.Tidak lain untuk menyenangkan hati anda yang setiap hari sibuk mengurus umat," jawab sang istri."berapa kau habiskan uang untk membeli terigu dan bumbu-bumbunya?" sang istri menjawab pertanyaan tetapi menyim[pan perasaan heran, "hanya tiga setengah dirham".


Kisah Seorang Perampok Mengadu kepada Khalifah

"Aku tidak akan pikir-pikir, naik banding, apalagi naik pitam terhadap vonis hukum yang telah dijatuhkan kepadaku," kata seorang perampok kepada hakim, "Namun, sebelum aku menjalani masa hukuman, tolong pertemukan aku terlebih dahulu dengan Khalifah Umar bin Abdul Aziz."

Para penasehat menemui khalifah dan memberikan berbagai masukan agar ia menolak permintaan si perampok.Namun, dengan berbagai pertimbangan, khalifah justru mengizinkan sang perampok untuk bertemu dengannya. "Ada apa kamu ingin bertemu denganku? Apakah vonis yang dijatuhkan tidak memenuhi rasa keadilan?" kata khalifah.

Teguran Untuk Raja yang Angkuh



Dinasti Umayyah di Damaskus, Suriah (41-132H/661-750M) memiliki empat belas raja. Salah seorang diantaranya adalah Hisyam bin Abdul Mlik, raja ke-10. Ia berkuasa pada periode 101-105 H/720-724M dan bersikap angkuh.

Raja Hisyam menerapkan peraturan bahwa setiap orang yang datang menghadapnya harus selalu mengenakan alas kaki.Sang tamu pun harus mengucapkan salam dengan takzim.Tak boleh pula memanggil nama raja,cukup dengan menyebut gelar atau kunyah.Selain itu siapapun tak ada yang boleh duduk di samping raja tanpa meminta izin dan dipersilahkan terlebih dahulu.