Tampilkan postingan dengan label Teladan Rasul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teladan Rasul. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Mei 2015

Tangan yang terhindar API NERAKA...

Ada Pekerjaan LAIN GA?
Capek disini, gajinya dikit! capeknya ga ketulungan-waktu tidur ga ada , aku mau kerja ikut kamu ya 'kayanya Enak.....???

Saudaraku cobalah sejenak membaca tulisan ini ..semoga Anda Tersenyum Karena Telah bekerja keras..

Dikisahkan pada saat itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam baru tiba dari perang Tabuk, Banyak sahabat yang ikut beserta Nabi dalam peperangan ini. Tidak ada yang tertinggal kecuali orang2 yg berhalangan dan ada uzur.

Saat mendekati kota Madinah, di salah satu sudut jalan, Rasulullah berjumpa dengan seorang tukang batu. Ketika itu Rasulullah melihat tangan buruh tukang batu tersebut melepuh, kulitnya merah kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari.

Sabtu, 18 April 2015

SIFAT dan PERANGAI Rosulullah....

Sifat Dan perangai Rasulullah SAW 

Al Hasan bin Ali pernah bertanya kepada Hind bin Abi Halah mengenai sifat-sifat Rasulullah SAW.

Ia kemudian menggambarkan perawakan beliau dengan mengatakan,”Beliau berjalan dengan ayunan langkah yang ringan dan panjang. Ketika berjalan seolah beliau berjalan di tempat yang menurun. Ketika berpaling beliau memalingkan seluruh bagian tubuhnya.

Beliau berjalan dengan mata yang menunduk, lebih banyak memandang ke bawah daripada ke atas. Pandangannya penuh perhatian dan tidak memandang dengan sorot mata yang tajam. Beliau biasa berjalan di belakang para sahabat dan mengawali ucapan salam kepada orang yang bertemu dengannya.”

Rabu, 27 Agustus 2014

KISAH TELADAN NABI MUHAMMAD SAW DG SEORANG NENEK PEMBENCI RASULULLAH


Dikisahkan bahwa ada seorang wanita tua yang sedang melintasi gurun pasir dengan membawa beban barang bawaannya yang cukup berat. Wanita tua itu tampaknya sangat kepayahan, namun demikian dia tetap berusaha untuk membawa barang bawaannya dengan sekuat tenaga.
Tidak lama kemudian tampak dari kejauhan, seorang laki-laki muda dengan wajah yang sangat tampan datang menemui wanita tua itu. Laki-laki itu menawarkan diri kepada wanita tua tersebut untuk membantu membawa barang bawaannya dan wanita tua yang sedang kepayahan itu menerima tawaran tersebut dengan segala senang hati. Kemudian laki-laki itu pun mengangkat dan membawa barang bawaan wanita tua itu, lalu mereka berjalan beriringan.
Dalam perjalanan, wanita tua ini banyak bicara dan ternyata dia adalah seorang wanita yang senang berbicara.
“ Anak muda, senang sekali kamu mau membantu dan menemani saya dan saya sangat menghargainya ”, kata wanita itu.

Senin, 18 Agustus 2014

RESIKO KUFUR NIKMAT


Menyaksikan kedua telapak kaki Rasulullah pecah-pecah akibat terlalu lama melakukan shalat malam, 

Aisyah bertanya, “Kenapa engkau melakukan yang demikian, Wahai Rasulullah, padahal Allah sudah mengampuni segala dosamu yang telah lampau dan akan datang?” Beliau menjawab, “Tidak pantaskah aku menjadi hamba yang banyak bersyukur.” (HR Bukhari dan Muslim).

Hadis ini cukup populer. Rasulullah SAW (571-632 M) gamblang menegaskan tentang pentingnya bersyukur. Tentu bersyukur merupakan kewajiban bagi kaum beriman. Mari renungkan sejenak nikmat Allah yang selama ini kita terima. Tidak usah seluruhnya. Cukup nikmat buang angin saja. Seorang teman harus menghabiskan uang jutaan rupiah untuk biaya operasi hanya gara-gara tiga hari tidak bisa buang angin.

KISAH NABI MUHAMMAD SAW MEMULIAKAN ISTRINYA


Siapa tidak mendamba pasangan setia dan selalu mesra? Siapa pula tidak jengah hidup dengan pasangan yang durhaka lagi gampang marah? Faktanya, menjadi pasangan setia dan mesra sungguh tidak mudah.

Alangkah baik kita menjadikan rumah tangga Rasulullah sebagai teladan utama. Inilah potret rumah tangga yang diliput berkah dan bertabur cinta. Panutan umat sejagat ini adalah sosok suami yang pandai mengistimewakan istri.

Beliau biasa memanggil Aisyah dengan sebutan Humaira, yang kemerah-merahan pipinya. Kadang juga Aisy, yang dalam budaya Arab, pemenggalan huruf terakhir dari nama itu menunjukan panggilan manja sebagai tanda sayang. Tidak ada wanita yang tidak tersanjung dipanggil demikian oleh suaminya.


Kamis, 14 Agustus 2014

DETIK-DETIK WAFATNYA NABI MUHAMMAD SAW

Assalamualaikum .......
Kisah yang sangat mengharukan,.....
Bukan saja manusia yang menangis, tapi seluruh penghuni langit dan bumi.


Kisahnya
Dengan suara terbata-bata, pagi itu Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam berkhutbah, "Wahai umatku, kita semua dalam kekuasaan Allah dan dalam cinta kasih-Nya. Maka taat dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal kepada kalian, yaitu  Al-Qur'an dan Sunnahku. Barangsiapa yang mencintai Sunnahku, berarti mencintaiku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk Surga bersama-sama denganku."

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang menatap satu persatu para sahabatnya. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar Bin Khathab menahan nafas dalam tangisnya. Utsman Bin 'Affan menghela nafas panjang. Ali Bin Abi Thalib hanya bisa menundukkan kepala.

Senin, 21 Juli 2014

AIRMATA RASULULLAH SAW...


AIRMATA RASULULLAH SAW... 


Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. 'Bolehkah saya masuk?' tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, 'Maafkanlah, ayahku sedang demam', kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. 

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, 'Siapakah itu wahai anakku?' 
'Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,' tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. 

Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. 

Minggu, 06 Juli 2014

10 CONTOH PENTING BAGAIMANA RASULULLAH MELAYANI ISTRINYA

oleh : Ustad Yusuf Mansyur


''10 CONTOH PENTING BAGAIMANA RASULULLAH MELAYANI ISTRINYA''.


1. Kalau ada pakaian yang koyak,Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya.Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.

2. Setiap kali pulang ke rumah,bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyingsingkan lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur. Sayidatina ‘Aisyah menceritakan‘Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga.

Minggu, 10 Februari 2013

Berdakwah dengan Empati

ilustrasi dari pustakaafaf.com
Suatu hari datang serombongan budak ke rumah Hasan Al-Basri, salah seorang ulama terkenal.

Rombongan itu mengeluhkan atas sedikitnya orang-orang yang mau memerdekakan budak. Bahkan ,terlihat banyak di antara umat islam yang tak menghiraukan keutamaan itu.
Karena itu, kedatangan para budak ini,untuk meminta Hasan Al-Basri untuk berkhotbah dan mengajak umat islam agar mau memerdekakan para budak.

Rabu, 19 Desember 2012

Kisah dua perempuan yang bergunjing

Diriwayatkan, ketika Rasulullah Saw masih hidup, terdapat dua perempuan yang tengah berpuasa. Pada tengah hari, mereka sangat menderita karena di dera rasa lapar dan dahaga yang sangat luar biasa. Mereka mengaku seolah-olah akan mati. Kedua perempuan itu mengutus seseorang menghadap Rasulullah untuk memintakan izin berbuka puasa bagi mereka.

Rasulullah tak memberi jawaban langsung atas permintaan tersebut, tetapi memberi mangkuk besar kepada sang utusan, lalu berkata, "katakanlah kepada kedua wanita itu, muntahkanlah ke dalam wadah ini apa yang telah engkau makan!".

Selasa, 07 Agustus 2012

Rasulullah dan Pengemis Yahudi

Alkisah terdapat seorang pengemis yahudi buta yang sepanjang hidupnya ia selalu menghina Rasulullah SAW. Setiap hari di pagi hari ia selalu mencaci, mengumpat, dan menghina Rasulullah, “Muhammad pengikut setan”, “Muhammad tukang sihir”, “Muhammad penipu besar !” dan masih banyak umpatan-umpatan keji yang ditujukan kepada Rasulullah. Namun setiap pagi pula Rasulullah mendatangi pengemis yahudi itu dan memberinya makan, tanpa memberi tahu pengemis itu siapa dirinya sebenarnya.

Tsumamah Hendak Membunuh Rasul


Tsumamah bin Itsal merupakan pentolan musyirikin dari Kabilah Alyamamah di Mekkah. Dia sombong dan ingin selau di puji karena keberaniannya. Suatu hari ,dia ditantang oleh kaumnya, "Wahai Tsumamah, bila engkau memang pemberani, mengapa tidak pergi saja ke Madinah dan membunuh Muhammad?

Tsumamah terpancing emosi.Karena tak ingin kehilangan muka,iapun segera mengemasi perlengkapan dan senjatanya untuk pergi ke Madinah.Tiba di Madianh, Tsumamah kembali menunjukkan kesombongannya.Ia berteriak-teriak mencari majlis nabi( tempat nabi berkumpul atau duduk) .Teriakan tak sopan itu di dengar oleh Umar bin Khathab. Sang Asadullah pun segera menemui Tsumamah lalu bertanya,"Apa tujuan kedatanganmu ke "Madinah?"
"Aku datang ke negeri ini hanya untuk membunuh Muhammad!"